Sebuah Nama
Dibawah terik senja kali ini
aku ingin menulis kata-kata
Sebuah rasa yang kuhelat
bersanding dengan namamu
Aku sedang berjalan-jalan saja
Kagum kepada rasaku yang telah jatuh
untuk mengagumimu
Langkahku pelan bukan ?
Tenang saja, aku tidak akan mengganggu belajarmu
Aku suka bermain kata-kata
Tapi aku tidak pernah mempermainkanmu
orang-orang bilang kesetiaan itu adalah bentuk besar dari cinta sejati
boleh aku menjaga setiaku untukmu ?
Kini, aku tidak menghindar, tidak berjanji
dan aku hanya sedang berusaha jujur untuk tidak berpura-pura tentang apa yang kulewati
Karena aku percaya, jika aku takdirmu, kita akan bertemu kan ?
Senja ini, kamu sedang dimana ?
Kau tahu kini aku sedang tersenyum tipis
sembari berdoa
Lalu dengan nada lirih aku berujar pada diriku sendiri
Nanti, kita bangun rumah ditepi danau dibawah padang ilalang yang disamping gunung dengan alas kayu berlantai dua, sederhana saja, terbuat dari batu-bata kemerahan dan diatasnya dilindungi dengan atap yang terbuat dari daun-daunan
Kurasa itu indah, kamu setujukan ?
Nanti kuhiasi dengan secangkir teh ataupun kopi, atau secangkir susu vanilla kesukaanmu, tidak akan kuhidangkan terlalu manis, sekedar nikmat untuk kau seduh dalam keadaan masih hangat
Dan aku benar-benar sedang terjatuh
Hingga aku ingin menulis seperti ini
Hmm, nanti akan ada yang menggenggam tanganmu ketika pagi hari dengan setia, dan bangun kamu langsung tersenyum
Kamu, maukan ?
Tapi itu nanti
Ada saatnya bahagia akan mengisi kesedihanmu
Sekarang, jika harus terasa sesak terlebih dahulu, sabar adalah jalan keluar yang harus kita tuju
Sabar itu kebaikan
Syukur itu kebaikan
Maka tak akan merugi jika kamu menunggu dengan tetap menjaga diri
Kamu, setuju denganku bukan ?
Boleh ya, kupinjam namamu
Senja, Aku dan Sebuah Nama
Kamis, 17:08
Indramayu,30 April 2020
Komentar
Ashiapppp haha